Archive for March, 2008

bagian dua dari kisah yang panjang…

Posted in Uncategorized on March 30, 2008 by jakabadung1924

Srek sruk srek, bunyi belaian codet di atas wajan tukang nasi goreng (ga salah? Ko kaya orang lagi ngergaji) ya saya tau kalo bakal ada orang yang bilang gitu, tapi bodoin amat, kan ada ayatnya “Saya ga bakalan dengar dengan kuping kamu dan kamu juga ga bakal denger dengan kuping saya, untukmu kupingmu dan untukku kupingku” he…3x lanjutin, ya! Bikin malem waktu saya nulis cerita ini terasa menjadi lebih mistis, (kismis kalee!). Wanginya, luar biasa bikin perut saya bersolokarier, kalo ikutan indonesian idol pasti dapet ucapan “sampai ketemu di jakarta” he he he. ½ mati katong dirogoh, pedih betul rasanya ketika musti menyadari bahwa ga ada uang lagi. Bagi anak kosan kaya saya, kadang-kadang emang fenomena ini harus terjadi. Perut yang tadinya keroncongan, kini dah banting stir jadi ayam jago, kukkuruyuuuk, lambung mulai terasa ngilu. Sekalian nulis saya ngebayangin, siapa ya kira kira calon nenek dari cucu-cucu saya nanti?! Yah… pasrah berharap hidup dengan cinta selayak romeo dan juliet atau laila dengan majenun. Kisah haru biru yang dibuat tontonan bagi para pencari cinta “sejati”. Krumpyang. Weiss… apaan tuh?…ooh kebiasaan lama, entah udah berapa banyak priring yang jadi korban kekejaman abang nasi goreng yang satu ini, dari saya mulai kost disini pek sekarang. Moga-moga arwah piring-piring tersebut dapat kembali kerumah bapa (tukang piring) dengan tenang.

Jadi inget ba’da solat subuh tadi pagi, temen sekamar kost “rest in peace”, abis solat lanjut tidur. Sementara saya dah bosen tidur terus, ada buku baru pinjem, jilidnya bagus, sumpah!! Saya baca bagian satu. Ga terasa tiba-tiba ada banjir di bawah kelopak mata. Subhanallah kisah ini saya rasa jauh lebih indah dibandingkan kisah remeo dan juliet surti dan tejo bahkan yang solehan dikit fahri ma aisha di ayat-ayat cinta. Lewat lah itunyamah semua (biarin kata-katanya aga berantakan yang penting orang pinter…minum tolak angin). Kisah siapa coba? Ya, betul! Kisahnya Rosulullah saw ma sahabat Abu Bakar r.a, eh kamu beloman nebak ya? Sori-sori dianulir karena yang jawab saya sendiri. Ganti soalnya, apa yang menarik dari kisah ini hingga membuat saya menagis? Ayo siapa yang tau tar dapet hadiah dari bewe…2 jam kemudian…10 jam kemudian…ya udah kalo ga ada yang tau biar saya yang jelasin he…3x. Gini hih ceritnya:

Saya ceritain dulu gimana ceritanya Abu Bakr r.a kenal sama rosullullah. Yang ga tau pasti ngira bahwa abu bakr tu lebih tua dari rosulullah, kalo kamu ngiranya gitu berarti kamu juga termasuk orang yang ga tau. Beliau tu usianya 2 tahun di bawah usia rosulullah. Sahabat Abu bakar sudah menjadi pendukung nabi sejak masa awal islam, beliau satu-satunya orang yang percaya kepada rosulullah ,ketika semua orang mendustakannya, orang yang menjadi tameng ketika hijrah, ketika perang, ketika berdakwah, pokoknya semuanya deh. Hingga sewaktu hijrah bersama rosulullah, Abu bakar menyodorkan susu kambing kepada rosulullah, abu bakar megatakan”Beliau(Rosulullah) minum hingga puas dan akupun puas karenanya” subhanallah. Hingga akhirnya tiba menjelang kenabian berakhir dengan akan dicabutnya ruh Rosul dari jasadnya, yang mampu memahami tanda itu hanya Abu Bakar. Usia nabi genap 63 tahun, dalam keadaan kepayahan, nabi melakukan haji wada kemudian rosul mendapat wahyu Q.S. al-maidah :3 “…pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku cukupkan atas kamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridoi islam sebagai agama bagimu…”, setelah mendengar ayat ini seluruh sahabat bergembira dan bersuka hati, akan tetapi diantara mereka ada satu orang yang bersimbah air mata, ya, dia As-siddiq al A’tiq yang dimuliakan Allah dalam sebagian Ayat-Ayat Cintanya. Abu bakr menyadari bahwa dalam saat itu terkandung makna bahwa usia Rosululloh sudah mendekati akhir hidupnya.

Sakit nabi semakin hari semakin parah, sehingga semua sahabat merasa khawatir.

Kemudian rosulullah menyampaikan pesannya kepada para sahabat:

“Wahai sekalian manusia, ingatlah Allah, ingatlah Allah dalam shalat. Bertaqwalah kepaada Alloh dalam bersikap terhadap kaum wanita”; (disinilah saya mulai meneteskan air mata, seakan-akan Rosulullah benar-benar hadir dan berbicara didepan mata)

“Wahai sekalian manusia, demi Allah, bukan kefakiran yang aku takutkan atas kalian akan tetapi yang aku khawatirkan adalah kalian berlomba-lomba menggapai kehidupan dunia. Sebagaimana yang dilakukan orang-orang sebelum kalian kemudian kalian akan binasa sebagai mana mereka dibinasakan.”

“Wahai sekalian manusia sesungguhnya seorang hamba telah diberi pilihan oleh Alloh antara dunia dan pertemuan dengan-Nya, maka ia memilih pertemuan dengan-Nya. Para sahabat terdiam, tak mampu memahami kalimat terakhir yang disampaikan kepada mereka, menunggu Rosul melanjutkan untuk menjelaskannya. Hanya as-siddiq yang mampu memahami, diiring serta tangisan yang makin meninggi. Nabi berucap” Biarkanlah Abu-Bakr, demi Allah, tidaklah salah seorang diantara kalian yang memiliki tangan (pinjaman), kecuali telah kami cukupi. Kecuali Abu Bakar, aku, tidak mampu memberi balasan kepadanya. Maka aku serahkan balasannya kepada Alloh SWT. Setelah Rosululloh mendoakan para sahabat, beliau kembali kerumahnya. Dan terus mengulang-ulang kalimat “Bal rofiqul a’laa”. Hingga akhirnya beliau wafat di pangkuan ummul mu’minin. Setelah mendengar kabar itu, para sahabat berduka dengan kedukaan yang mendalam,