SURADIRAJAYADININGRAT LEBUR DENING PANGESTUTI
Hari selasa pas kuliah sesi III, lagi pusing-pusingnya kepala, saya iseng-iseng nulis. Biasa, dengan cita rasa yang selalu memprovokasi. Gini tulisannya :
Layaknya kita terpenjara dalam rumah sendiri hingga kita tak mampu merasakan kebebasan bernafas di alam bebas. Jeruji dan teralis yang membatasi, dibangun oleh orang-orang yang kita percayai.
Caci maki yang mana lagi yang harus aku keluarkan hingga telinga-telinga mereka yang lebar mau mendengar. Atau, otak mereka sudah pindah ke dengkul hingga tak mampu lagi berfikir bersih.
Hati mereka sudah tertutup dengan nikmatnya kekuasaan, hingga tak mampu lagi meneteskan air mata haru ketika anak2 mereka dikuliti peradaban, istri mereka diperkosa oleh kebudayaan…
OHH… IDEOLOGI MACAM APAKAH INI!!!
Saya palingkan muka, ada temen yang paling dekat dengan tempat saya duduk. Saya bilang “tolong beri komentar!”
“ga tau ah mas, saya lagi pusing!”jawabnya,
trus dia kasih ke orang yang ada disampingnya, dia menulis
Ehm……..buh ding???
SURADIRAJAYADININGRAT LEBUR DENING PANGESTUTI.
Saya ambil lagi kertas itu dan saya tambahi kalimat selanjutnya :
Mengapakah kita yang diberi akal untuk berfikir, tidak mau bergerak!! Sungguh dengan berdiam diri saja berarti dengan senang hati kita digiring menuju kehancuran. Saya akhiri tulisan itu.
Komentar yang bertambah :
Masa sih? Katanya ada peribahasa “diam itu emas??”
Ahh…yang bener…puitis banget sih…
Cocok lho jadi penyair…
Emangnya ud taw mo gerak ke mana, jgn malah gerak tp k arah yang salah, coz ga punya cukup info,,,btw tulisannya ojo ruwet2 tha!
Maksud lhoeee?????
Penting yaa??!!!
455 hole !!!
Saya mentertawakan diri sendiri karena kebodohan dan kelemahan saya, ternyata orang-orang yang dekat dengan saya begitu pragmatis dan cenderung, nauddzubillah, mati rasa dan egois. Itulah bukti bahwa perasaan mereka sangat jauh dengan pemikirannya. Atau bahkan sudah tak peduli dengan urusan orang lain, karena dinina-bobokan dengan kepastian masa depan sebagai seorang calon pegawai. Astagfirullah, saya benar benar memohon ampunan atas apa yang telah saya lakukan dimasa yang lalu. [land]