Archive for the bakar! Category

The Virus

Posted in bakar! with tags , , on September 12, 2008 by jakabadung1924

Sepertinya layak untuk ditulis ulang.

Tahukah kalan, banyak orang diluar sana yang mengangap kalian sinting+gila+miring?! Tahukah kalo banyak orang diluar sana yang beranggapan bahwa kalian adalah virus2 yang berbahaya, pembawa wabah yang mesti dihindari?! “Kalo ga mau diracuni pikirannya, kalo ga mau ancur, jauhi si xxx, si xxx, juga xxx dan…!!!”, begitu kata mereka. Konyol… Aku sempat mempercayai hal itu, That’s TRUE!!! Kalian tidak tampak seperti ‘orang alim’ plus smart versi kampus on my 1st sight. Prkonstruksi, rvolusi, anti demokrasi, anti nasionalisme, anti HKI, plus ide2 gila yang lain yang memang anti mainstreem kerap kalian ocehkan. Woiii Bung, apa kalian ga bosan?! Urusin tuh kuliah kalian! Tau nggak? kalian itu bikin orang2 jadi keki+parno! Dasar Virus…

Tapi entah sihir apa yang kalian gunakan, aku malah jadi makin terpikat oleh “kegilaan” kalian. Terusterang aku juga sudah muak dengan stagnasi sistem ini, penindasan, ketidakadilan, kesenjangan… Aku jadi muak dengan diriku yang hanya bisa diam dan buntu melihat semua itu. Aku hidup dalam kematian pemikiran dan keterbelengguan sikap. Lalu kalian datang dengan ide2 asing namun sungguh tak dapat kutolak atau kulawan, karena…karena…harus kuakui itu adalah BENAR adanya, GILA namun itu adalah kebenaran. I’m INFECTED guys… Aku telah terikat pada ide2 kalian, ide yang keren banget tuh… ISLAM IDEOLOGIS kata kalian. Sepertinya fitrahku sebagai makhluk yang ditakdirkan serba terbatas ini telah menuntunku. Dan sepertinya DIA yang takterbatas memang telah mengatur pertemuan ini…

 

Sekarang akupun jadi “gila” layaknya kalian. Bangga? Ya! Akan ku katakana pada semua bahwa aku bangga dengan kegilaan ini. Menjadi “gila” di antara mereka yang menganggap sistem ini adalah sebuah kewarasan. Jika demokrasi adalah sebuah kewarasan, maka biarlah aku menjadi ‘gila’ teriakkan NO COMPROMISE! Di luar gedung parlemen. Jika nasionalisme yang memenjarakan kita dalam scope kebangsaan/ras/teritorial dijadikan ikatan, maka akan aku teriakkan bahwa aku telah ‘gila’ berada di antara barisan orang-orang yang telah sejak lama merindukan bersatu dalam satu atap yang bernama khilafah islamiyah. Dan jika saja mereka yang masih waras menganggap aturan-Nya adalah sebuah kegilaan, maka akan ku katakan “simpan saja aturan kalian CUT IT OUT!!!” karena sekali lagi aku memilih gila karena itu adalah pilihan terbaik dalam menghadapi apa yang kalian sebut sebagai “kewarasan dunia” saat ini.

 

Dan Bro’s, tau nggak kalo kita ternyata nggak sendirian?! Banyak orang di luar sana yang ternyata telah memilih untuk menjalani ‘kegilaan’ layaknya kita2. memilih untuk menjadi ‘virus’, pemberontak pembangkang nilai2 ‘kewarasan’ sistem kufur ini, our family member bro’s! Cos kita dan mereka adalah kaum pemimpi yang memimpikan tatanan baru yang lebih baik, mimpi tentang revolusi dan rekonstruksi sistem. Dan tak akan berhenti sampai di sini. Kita dan mereka akan tetap menjadi ‘virus’, yang tak akan berhenti menginfeksi ‘sel2 hidup’ lain untuk hasilkan ‘virus2 aktif’ baru, to joint our ideological brotherhood. Bersama kita akan ‘bermutasi‘ untuk tetap survive dan resisten melawan arus pemikiran serta propaganda kufur dunia. Tetap berevolusi untuk tegakkan ideologi ISLAM yang mulia lagi memuliakan ini. Agar bumi ini kembali menjadi tempat persemaian syariat-Nya yang indah dan kita semua dapat bersatu dengan ikatan ideologis, satu2nya ikatan yang dapat mempersatukan ummat ini secara hakiki, ikatan yang bahkan tak dapat terputuskan oleh kematian sekalipun, karena bukankah aku, kalian, dan mereka sama2 merindukan surga-Nya? Semoga kita dapat berkumpul bersama di dalamnya… Amin yaa Robbal alamin.

 

Untuk mereka yang telah menginfeksi dan mengajarkan aku hidup sebagai VIRUS, my bro’s : acha, Noel, Edlan, Khalid, Idhoe, dan Basio.

Untuk VIRUS2 aktif lain yang masih senantiasa hidup uk infeksikan pemikiran ideology islam…

 

By : The V.I.R.U.S // Voice of Ideological Rage for Upcomig System SELAMAT TERINFEKSI

di kota ini

Posted in bakar! on September 5, 2008 by ahmad nadhif

di kota ini
mulai kami kumpulkan titik dan garis-garis terserak
dan menatanya di atas kanvas
untuk mencipta sketsa melodi terindah
sebuah mars perlawanan
dari ketukan yang kelak akan menjelma dentuman
berkali-kali!
hingga mayat demokrasi
ditemukan di pinggir jalan
sebagai sampah peradaban.

Po, 030308

Chatting

Posted in bakar! with tags , , , , on May 5, 2008 by jakabadung1924

Kadang-kadang saya juga bosen kalo terus merhatiin dosen kalo lagi kuliah. Apalagi yang bikin mata jadi perih. Ga, deeh! Sekali-kali berbuat ”maksiat” ga papa kali ya he…3x. Keahlian iseng saya muncul sadenli (ga ngerti ya!? Ya, saya maklum kalo otak kita emang terbatas). Saya nawarin mo wawancara dikit ma temen di pinggir. Kumbang, bukan nama sebenarnya (kaya kriminil yang diwawancarai). Eh ternyata dia juga lagi bosen dan mengatakan, DEAL!!

Saya: ”Kamu percaya, bahwa kehidupan setelah mati tu ga ada?”

Kumbang: ”Saya percaya ada kehidupan setelah mati, jadi menolak statement anda!”

Saya: ”Seberapa yakin, en apa yang bisa bikin kamu yakin?”

Kumbang: ”Seratus %, karena hal itu ada di Al-qur’an (maaf kurang paham surat dan ayatnya)”
[berarti masih ngeraba-raba nih! Seratus % ko ga tau yang bikin yakinnya di mana. Untung saya juga Islam, jadi percaya ajah deh .^_^.]

Saya: ”Kalo gitu kamu ngerasa takut mati ga?”

Kumbang: ”Kenapa takut mati? Hal yang sudah pasti terjadi tidak selayaknya di takuti tapi lebih pada dipersiapkan”.
[oooh, gitu ya!? Padahal kalo ditawarin buat ke Palestin, Iraq atau Afganistan buat berjuang, paling-paling mikir dulu 1000x. Selalu ada alasan untuk memilih yang menyenangkan]

Saya: ”Wah…salut, keren bangets! Terus apa kamu udah ngerasa siap?”

Kumbang: ”Itu yang jadi masalah, masih banyak yang harus dipersiapkan”
[tuh, kan! Apa saya bilang. Selalu ada alasan buat milih yang menyenangkan!]

Saya: ”kalo gitu, kira-kira butuh berapa lama?”

Kumbang: ”Butuh waktu sisa usia hidup (sebelum dipanggil Allah)”
[uwihhh…, bahasanya itu looh, ga nahaaan…DIPLOMATIS]

Saya: ”Saya ngerti, tapi itu berapa lama?”
[saya Cuma ngetes, siapa tau aja dia dah tau kapan mo mati]

Kumbang: ”karena saya tidak mengetahui kapan saya dipanggil Allah, maka selama saya masih diberi kesempatan hidup, selama itulah persiapan untuk kehidupan sesudah mati saya persiapkan.”

Saya: ”kalo saya tanya, mana yang gambarin diri kamu, takut neraka or pengen masuk surga?”

Kumbang: ”keduanya ada pada diri saya. Tapi lebih ngarep surga karena secara asalnya semua manusia berasal dari surga”
[dong, deng, saya jadi bingung, apa iya ya saya pernah di surga? sudah lupa tuch]

Saya: ”kalo gitu, kamu pernah netesin air mata karna takut neraka? Apa kamu pernah merintih merayu pengen surga? Coba kapan terakhir kali kamu nangis khawatir nggak diterimanya amal ibadah kamu? (ihh… pertanyaan, apa kereta?)

Kumbang: ”jawabnya susah nie…”
Kumbang lagi: ”keduanya pernah, kalo ditanya waktunya kapan, udah lupa!”
(idiih, pasti sering banget sampe ga bisa di itung. he…3x)

Saya: ”Wah, saya jadi ragu kalo kamu tu yakin bakal ada kehidupan setelah mati!”
Saya lagi: ”kalo lagi solat, kamu ngerti ga apa yang kamu baca?”

Kumbang: ”yang menjadikan keyakinan kehidupan setelah mati juga adalah keimanan. Yaitu iman kepada hari akhir. Sedangkan kadar keimanan seseorang itu berfluktuasi naik kadang turun.”
Kumbang lagi: ”saat solat yang diucapkan adalah dzikir dan doa. Dengan tata cara dan lafal yang sudah ditetapkan.”
[pertanyaan saya yang aneh apa dia yang ga ngerti ya? Ko jawabnya gitu! Seterah kau, lah!]

Saya: ”iya, saya juga tau. Malahan kucing saya juga, eh, tau ga ya?! Tapi artinya kamu ngerti ga?”

Kumbang: ”Artinya dalam satu rakaat penuh pernah saya baca artinya! Tentang pahamnya, saya paham tapi kadarnya yang masih rendah.”
[waih…saya jadi tambah binun?#@!]

Saya: ”Emang kamu baru belajar solat ya?”

Kumbang: ”sebagai manusia, belajar itu dari timangan sampai liang lahat!”
[kayaknya, maksud hadis itu, ga gitu deh!]

Saya: ”Trus bisanya kapan kalo kadarnya (kebawa jadi tukang jualan emas) belajar terus?”

Kumbang: ”Sebenarnya bisa, tapi kadar bisanya yang masih rendah hingga harus terus belajar”

Saya: ”Kamu mau sorganya yang berapa persen?” [padahal yakinnya katanya 100%!
Tapi kadar ibadahnya masih pada rendah.Gimana,nih!]

Kumbang: ”Saya pengen sorga dengan kadar penuh!”
[waduh, 24 karat kalee!]

Saya: ”Kamu mikir ga sih! Solat aja kadarnya ga penuh mau sorga kadarnya full. Apa kata dunia?”
Saya lagi: ”Pertanyaan terakhir. Kamu tau ga! Bahwa nanti, manusia dibangkitkan, dia akan dibangkitkan sama seperti saat dia pergi meninggalkan dunia! Yang lagi judi, ya lagi judi, yang lagi mabok, ya lagi mabok de el el. Kamu, mau dibangkitkan lagi ngapain?”

Kumbang: ”Saya ingin mendapatkan khusnul khotimah (akhir kehidupan yang baik) saya ingin saat mati saya berada pada mengingat Allah dan menyebut/ menyucikan asma-Nya atau saya ingin mati dalam keadaan solat!”
[hmm, good hope]

————————————-
Itulah catatan hasil ”maksiat” saya. Malemnya saya pengen mastiin keadaan orang yang cita-citanya pengen mati lagi solat. Jam 02.00 saya es-em-es-in

”Aku kan mencabut nyawamu malam ini, maka apa yang sedang kamu lakukan. Solatlah atau kamu mati dalam keadaan tidur & lalai dari mengingat Allah! Apakah itu yang kamu inginkan?”

saya tungguin ko ga dibales-bales padahal saya ngarep es-em-es itu dibales kaya gini

”Saya sudah siap menghadap Allah SWT”

tapi gimana, ya… Setannya kuat banget sih, sampe solat subuhnya juga kayanya kesiangan! [land]

SURADIRAJAYADININGRAT LEBUR DENING PANGESTUTI

Posted in bakar! with tags , , , , , , on May 5, 2008 by jakabadung1924

Hari selasa pas kuliah sesi III, lagi pusing-pusingnya kepala, saya iseng-iseng nulis. Biasa, dengan cita rasa yang selalu memprovokasi. Gini tulisannya :

Layaknya kita terpenjara dalam rumah sendiri hingga kita tak mampu merasakan kebebasan bernafas di alam bebas. Jeruji dan teralis yang membatasi, dibangun oleh orang-orang yang kita percayai.

Caci maki yang mana lagi yang harus aku keluarkan hingga telinga-telinga mereka yang lebar mau mendengar. Atau, otak mereka sudah pindah ke dengkul hingga tak mampu lagi berfikir bersih.
Hati mereka sudah tertutup dengan nikmatnya kekuasaan, hingga tak mampu lagi meneteskan air mata haru ketika anak2 mereka dikuliti peradaban, istri mereka diperkosa oleh kebudayaan…
OHH… IDEOLOGI MACAM APAKAH INI!!!

Saya palingkan muka, ada temen yang paling dekat dengan tempat saya duduk. Saya bilang “tolong beri komentar!”
“ga tau ah mas, saya lagi pusing!”jawabnya,
trus dia kasih ke orang yang ada disampingnya, dia menulis

Ehm……..buh ding???

SURADIRAJAYADININGRAT LEBUR DENING PANGESTUTI.

Saya ambil lagi kertas itu dan saya tambahi kalimat selanjutnya :

Mengapakah kita yang diberi akal untuk berfikir, tidak mau bergerak!! Sungguh dengan berdiam diri saja berarti dengan senang hati kita digiring menuju kehancuran. Saya akhiri tulisan itu.

Komentar yang bertambah :

Masa sih? Katanya ada peribahasa “diam itu emas??”

Ahh…yang bener…puitis banget sih…
Cocok lho jadi penyair…

Emangnya ud taw mo gerak ke mana, jgn malah gerak tp k arah yang salah, coz ga punya cukup info,,,btw tulisannya ojo ruwet2 tha!

Maksud lhoeee?????
Penting yaa??!!!
455 hole !!!

Saya mentertawakan diri sendiri karena kebodohan dan kelemahan saya, ternyata orang-orang yang dekat dengan saya begitu pragmatis dan cenderung, nauddzubillah, mati rasa dan egois. Itulah bukti bahwa perasaan mereka sangat jauh dengan pemikirannya. Atau bahkan sudah tak peduli dengan urusan orang lain, karena dinina-bobokan dengan kepastian masa depan sebagai seorang calon pegawai. Astagfirullah, saya benar benar memohon ampunan atas apa yang telah saya lakukan dimasa yang lalu. [land]

INTERMEZZO

Posted in bakar! with tags , , on May 5, 2008 by jakabadung1924

Pikiran penat ditemani mata perih yang kian memerah, kebanyakan begadang. Wajar saja pada akhirnya badan kurus tinggal iga-iga yang merajuk meradang. Bukan, bukan karena tak ada uang aku tak makan tapi rasa muak yang ada pada kehidupan. Bosan.
Coba perhatikan, hidup manusia kini layaknya barang tak berguna. Cuma bisa makan, tidur, hura-hura, dan boker .ya memang ada juga yang memuja tuhan, tapi kebanyakan mereka cuma takut akan cacian bukan tuhan.

Aku , kurus bukan sembarang kurus, bahkan anjing pun takkan nafsu melihat tulangku. Tulang-tulangku kini tengah berkarat, dengan karat peradaban. Aku tak pernah risau dengan tulang-tulang yang mengintip dari balik hamparan kulit yang menghitam. Aku tahu yang lebih menyedihkan, kadang aku kasihan, mereka korban ”kekuasaan yang tidak pernah belajar kesopanan”. Kau pernah dengar nyanyian lama ini ”Masyarakat adil makmur gemah ripah loh jinawi” hambar kini terdengar. Layaknya serapah yang tak berarti. Negri yang diisi lautan kekayaan layaknya kandang kuda yang tak pernah ternikmati. Aku mati.bukan jasadku yang mati tapi otak ku, hati ku dan anu ku (pemikiran ku).

Akan kuceritakan siapa yang paling serakah yang memakan habis harta negriku. Ya, dia, dia yang kau kenal KAPITALISME. Hingga tulang-tulang yang berserakan yang kau lihat di pinggir jalan hanya makan sisa muntahannya. Kasar memang tapi itulah kenyataan. Yang dulu kuanggap sahabat, ku senandungkan harap , kini dia juga sudah mati bahkan lebih mengenaskan. Demokrasi-oh demokrasi. Aku sudah mengira rentan dan sakit yang ada dalam tubuhmu. Dulu aku berharap pada ajakanmu ”dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat”atau apalah…yang aku tau, semua untukmu wahai para dewa yang lapar, para pemilik modal. Sudah lama aku kecewa dengan mu sobat lama tapi pembisik-pembisik ku yang bodoh terus berkata ”masih ada harapan kalo kita mau”. Dan aku lebih bodoh, karena percaya. Mereka terus berkata walau demokrasi sudah diusung dalam keranda. IRONIS! Bagai yang tak bisa berpikir, kita berharap pada sampah-sampah peradaban. Kapan tulang-tulang itu akan berdiri? Apakah setelah aku mati? Atau tak akan terjadi!?

Akal nakalku bertanya, orang bodoh pasti percaya kalau ekor akan berjalan lebih dulu dari kepala! Tunjukkan padaku wahai penyihir kata! AKU MENANTANG MU!!! Aku juga ragu negri ini jaya, karena cuma bisa jadi ekor dan ga pernah mau jadi kepala.
Sial benar, setiap pagi aku harus dicekoki wajah sendu korban janji kapialisme dan demokrasi.
Bodohnya lagi, mereka kenyang hanya dengan makan harapan.
Aku sudah bosan, apa satu-satunya jalan adalah mati!??…

(gelap,23 nov, jakarta)
[land]

Dua Pekan dalam hening

Posted in bakar! with tags , , , , on April 8, 2008 by jakabadung1924

Dalam waktu yang singkat, dunia serasa kosong, lengang, serasa lorong-lorong terlalu luas untuk dilintasi. Semua diam, dingin, dan teramat sepi dalam merdu siulan hembusan angin. Paradoks realita, rengkuhan sepi dalam hiruk pikuk megapolitan. Perjalanan hidup berlalu merenggut separuh daging hitam dalam kungkungan raga. Melati begitu hambar dalam derap laju transfusi senyawa-senyawa berbau kegalauan. Pekik gagak parau memecah hening malam kebimbangan atas sesuatu yang mengedor-gedor dalam lubuk yang tak bertuan. Mayang yang melingkar disela pundak dan kepala menghitam, layu, memudar keindahannya.Purnama ke purnama terus berpendar, jelantik tetap memandu kafilah dalam remang malam.

Rona merah kian menguning dalam terbit binar mentari, kini harapanku kembali tertata, menjulang, meninggi menggapai keluasan jagat raya. Semerbak bau malam, bau hujan, dan bau kerinduan akan kematian tersapu, melambai bak surai-surai dandelion diterjang badai. Seorang kesatria tersadar dari tiap tanya, dan rangkaian tangkai-tangkai kata terujar “bisik desir angin dan belaian cangkang buana terkadang lebih fasih dalam berkisah tentang dendam dan cinta. Dengar, lihat, dan rasakan kehidupan seutuhnya, maka banyak hal yang akan kita temukan di balik kabut tebal berwarna hitam dan putih, di sela-sela remang dan hiruk-pikuk zaman. Ya.., inilah kehidupan, untuk mengenalnya lebih dalam tidaklah dengan terdiam dan menunggu.” dan kebahagiaan itu teruntai dalam bait cintanya “Bagiku rembulan dan mentari tiada lagi berbeda, pertukaran sinestesi telah lama terjadi. Suka dan cinta layaknya perseteruan antara luka dan kematian. Semua seperti akulturasi warna-warna, semua sama saja! Bukan, bukan karena aku telah berputus asa pada merah mudanya dunia, tetapi kini aku telah menemukan kekasihku, engkau, engkau yang ku yakini sebagai teman hidupku selamanya. Dalam gelap malam telah kupinang engkau pada Tuhan, dan Tuhan telah mengizinkannya bagiku dengan keyakinan dalam HaTIku. Tenang lah sayangku, bila hitler mendamba kematian dalam dekap istri tercintanya, akupun akan memohon kematian dalam rengkuhan dan belaianmu. Untukmu, kekasihku, engkau yang namamu teramat indah ‘Da’wah lil istinafil hayatil islam’.” (land)

simponi padang panjang

Posted in bakar! with tags , , on January 28, 2008 by Ayuning Mazasupa

seluruh ragaku bertumpu di atas tanah merah
menatap gedung-gedung tinggi yang pongah menantang langit

hembusan debu menerpa setiap pori yang menganga
rerumputan mengering memuramkan hutan-hutan

pemikiran-pemikiran yang dulu kokoh
kini terkulai dan hampir mati

bangunkanlah jasadku
cairkanlah darahku yang beku
bakarlah hatiku dengan kata-katamu!!