INTERMEZZO

Posted in bakar! with tags , , on May 5, 2008 by jakabadung1924

Pikiran penat ditemani mata perih yang kian memerah, kebanyakan begadang. Wajar saja pada akhirnya badan kurus tinggal iga-iga yang merajuk meradang. Bukan, bukan karena tak ada uang aku tak makan tapi rasa muak yang ada pada kehidupan. Bosan.
Coba perhatikan, hidup manusia kini layaknya barang tak berguna. Cuma bisa makan, tidur, hura-hura, dan boker .ya memang ada juga yang memuja tuhan, tapi kebanyakan mereka cuma takut akan cacian bukan tuhan.

Aku , kurus bukan sembarang kurus, bahkan anjing pun takkan nafsu melihat tulangku. Tulang-tulangku kini tengah berkarat, dengan karat peradaban. Aku tak pernah risau dengan tulang-tulang yang mengintip dari balik hamparan kulit yang menghitam. Aku tahu yang lebih menyedihkan, kadang aku kasihan, mereka korban ”kekuasaan yang tidak pernah belajar kesopanan”. Kau pernah dengar nyanyian lama ini ”Masyarakat adil makmur gemah ripah loh jinawi” hambar kini terdengar. Layaknya serapah yang tak berarti. Negri yang diisi lautan kekayaan layaknya kandang kuda yang tak pernah ternikmati. Aku mati.bukan jasadku yang mati tapi otak ku, hati ku dan anu ku (pemikiran ku).

Akan kuceritakan siapa yang paling serakah yang memakan habis harta negriku. Ya, dia, dia yang kau kenal KAPITALISME. Hingga tulang-tulang yang berserakan yang kau lihat di pinggir jalan hanya makan sisa muntahannya. Kasar memang tapi itulah kenyataan. Yang dulu kuanggap sahabat, ku senandungkan harap , kini dia juga sudah mati bahkan lebih mengenaskan. Demokrasi-oh demokrasi. Aku sudah mengira rentan dan sakit yang ada dalam tubuhmu. Dulu aku berharap pada ajakanmu ”dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat”atau apalah…yang aku tau, semua untukmu wahai para dewa yang lapar, para pemilik modal. Sudah lama aku kecewa dengan mu sobat lama tapi pembisik-pembisik ku yang bodoh terus berkata ”masih ada harapan kalo kita mau”. Dan aku lebih bodoh, karena percaya. Mereka terus berkata walau demokrasi sudah diusung dalam keranda. IRONIS! Bagai yang tak bisa berpikir, kita berharap pada sampah-sampah peradaban. Kapan tulang-tulang itu akan berdiri? Apakah setelah aku mati? Atau tak akan terjadi!?

Akal nakalku bertanya, orang bodoh pasti percaya kalau ekor akan berjalan lebih dulu dari kepala! Tunjukkan padaku wahai penyihir kata! AKU MENANTANG MU!!! Aku juga ragu negri ini jaya, karena cuma bisa jadi ekor dan ga pernah mau jadi kepala.
Sial benar, setiap pagi aku harus dicekoki wajah sendu korban janji kapialisme dan demokrasi.
Bodohnya lagi, mereka kenyang hanya dengan makan harapan.
Aku sudah bosan, apa satu-satunya jalan adalah mati!??…

(gelap,23 nov, jakarta)
[land]

Dua Pekan dalam hening

Posted in bakar! with tags , , , , on April 8, 2008 by jakabadung1924

Dalam waktu yang singkat, dunia serasa kosong, lengang, serasa lorong-lorong terlalu luas untuk dilintasi. Semua diam, dingin, dan teramat sepi dalam merdu siulan hembusan angin. Paradoks realita, rengkuhan sepi dalam hiruk pikuk megapolitan. Perjalanan hidup berlalu merenggut separuh daging hitam dalam kungkungan raga. Melati begitu hambar dalam derap laju transfusi senyawa-senyawa berbau kegalauan. Pekik gagak parau memecah hening malam kebimbangan atas sesuatu yang mengedor-gedor dalam lubuk yang tak bertuan. Mayang yang melingkar disela pundak dan kepala menghitam, layu, memudar keindahannya.Purnama ke purnama terus berpendar, jelantik tetap memandu kafilah dalam remang malam.

Rona merah kian menguning dalam terbit binar mentari, kini harapanku kembali tertata, menjulang, meninggi menggapai keluasan jagat raya. Semerbak bau malam, bau hujan, dan bau kerinduan akan kematian tersapu, melambai bak surai-surai dandelion diterjang badai. Seorang kesatria tersadar dari tiap tanya, dan rangkaian tangkai-tangkai kata terujar “bisik desir angin dan belaian cangkang buana terkadang lebih fasih dalam berkisah tentang dendam dan cinta. Dengar, lihat, dan rasakan kehidupan seutuhnya, maka banyak hal yang akan kita temukan di balik kabut tebal berwarna hitam dan putih, di sela-sela remang dan hiruk-pikuk zaman. Ya.., inilah kehidupan, untuk mengenalnya lebih dalam tidaklah dengan terdiam dan menunggu.” dan kebahagiaan itu teruntai dalam bait cintanya “Bagiku rembulan dan mentari tiada lagi berbeda, pertukaran sinestesi telah lama terjadi. Suka dan cinta layaknya perseteruan antara luka dan kematian. Semua seperti akulturasi warna-warna, semua sama saja! Bukan, bukan karena aku telah berputus asa pada merah mudanya dunia, tetapi kini aku telah menemukan kekasihku, engkau, engkau yang ku yakini sebagai teman hidupku selamanya. Dalam gelap malam telah kupinang engkau pada Tuhan, dan Tuhan telah mengizinkannya bagiku dengan keyakinan dalam HaTIku. Tenang lah sayangku, bila hitler mendamba kematian dalam dekap istri tercintanya, akupun akan memohon kematian dalam rengkuhan dan belaianmu. Untukmu, kekasihku, engkau yang namamu teramat indah ‘Da’wah lil istinafil hayatil islam’.” (land)

bagian dua dari kisah yang panjang…

Posted in Uncategorized on March 30, 2008 by jakabadung1924

Srek sruk srek, bunyi belaian codet di atas wajan tukang nasi goreng (ga salah? Ko kaya orang lagi ngergaji) ya saya tau kalo bakal ada orang yang bilang gitu, tapi bodoin amat, kan ada ayatnya “Saya ga bakalan dengar dengan kuping kamu dan kamu juga ga bakal denger dengan kuping saya, untukmu kupingmu dan untukku kupingku” he…3x lanjutin, ya! Bikin malem waktu saya nulis cerita ini terasa menjadi lebih mistis, (kismis kalee!). Wanginya, luar biasa bikin perut saya bersolokarier, kalo ikutan indonesian idol pasti dapet ucapan “sampai ketemu di jakarta” he he he. ½ mati katong dirogoh, pedih betul rasanya ketika musti menyadari bahwa ga ada uang lagi. Bagi anak kosan kaya saya, kadang-kadang emang fenomena ini harus terjadi. Perut yang tadinya keroncongan, kini dah banting stir jadi ayam jago, kukkuruyuuuk, lambung mulai terasa ngilu. Sekalian nulis saya ngebayangin, siapa ya kira kira calon nenek dari cucu-cucu saya nanti?! Yah… pasrah berharap hidup dengan cinta selayak romeo dan juliet atau laila dengan majenun. Kisah haru biru yang dibuat tontonan bagi para pencari cinta “sejati”. Krumpyang. Weiss… apaan tuh?…ooh kebiasaan lama, entah udah berapa banyak priring yang jadi korban kekejaman abang nasi goreng yang satu ini, dari saya mulai kost disini pek sekarang. Moga-moga arwah piring-piring tersebut dapat kembali kerumah bapa (tukang piring) dengan tenang.

Jadi inget ba’da solat subuh tadi pagi, temen sekamar kost “rest in peace”, abis solat lanjut tidur. Sementara saya dah bosen tidur terus, ada buku baru pinjem, jilidnya bagus, sumpah!! Saya baca bagian satu. Ga terasa tiba-tiba ada banjir di bawah kelopak mata. Subhanallah kisah ini saya rasa jauh lebih indah dibandingkan kisah remeo dan juliet surti dan tejo bahkan yang solehan dikit fahri ma aisha di ayat-ayat cinta. Lewat lah itunyamah semua (biarin kata-katanya aga berantakan yang penting orang pinter…minum tolak angin). Kisah siapa coba? Ya, betul! Kisahnya Rosulullah saw ma sahabat Abu Bakar r.a, eh kamu beloman nebak ya? Sori-sori dianulir karena yang jawab saya sendiri. Ganti soalnya, apa yang menarik dari kisah ini hingga membuat saya menagis? Ayo siapa yang tau tar dapet hadiah dari bewe…2 jam kemudian…10 jam kemudian…ya udah kalo ga ada yang tau biar saya yang jelasin he…3x. Gini hih ceritnya:

Saya ceritain dulu gimana ceritanya Abu Bakr r.a kenal sama rosullullah. Yang ga tau pasti ngira bahwa abu bakr tu lebih tua dari rosulullah, kalo kamu ngiranya gitu berarti kamu juga termasuk orang yang ga tau. Beliau tu usianya 2 tahun di bawah usia rosulullah. Sahabat Abu bakar sudah menjadi pendukung nabi sejak masa awal islam, beliau satu-satunya orang yang percaya kepada rosulullah ,ketika semua orang mendustakannya, orang yang menjadi tameng ketika hijrah, ketika perang, ketika berdakwah, pokoknya semuanya deh. Hingga sewaktu hijrah bersama rosulullah, Abu bakar menyodorkan susu kambing kepada rosulullah, abu bakar megatakan”Beliau(Rosulullah) minum hingga puas dan akupun puas karenanya” subhanallah. Hingga akhirnya tiba menjelang kenabian berakhir dengan akan dicabutnya ruh Rosul dari jasadnya, yang mampu memahami tanda itu hanya Abu Bakar. Usia nabi genap 63 tahun, dalam keadaan kepayahan, nabi melakukan haji wada kemudian rosul mendapat wahyu Q.S. al-maidah :3 “…pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku cukupkan atas kamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridoi islam sebagai agama bagimu…”, setelah mendengar ayat ini seluruh sahabat bergembira dan bersuka hati, akan tetapi diantara mereka ada satu orang yang bersimbah air mata, ya, dia As-siddiq al A’tiq yang dimuliakan Allah dalam sebagian Ayat-Ayat Cintanya. Abu bakr menyadari bahwa dalam saat itu terkandung makna bahwa usia Rosululloh sudah mendekati akhir hidupnya.

Sakit nabi semakin hari semakin parah, sehingga semua sahabat merasa khawatir.

Kemudian rosulullah menyampaikan pesannya kepada para sahabat:

“Wahai sekalian manusia, ingatlah Allah, ingatlah Allah dalam shalat. Bertaqwalah kepaada Alloh dalam bersikap terhadap kaum wanita”; (disinilah saya mulai meneteskan air mata, seakan-akan Rosulullah benar-benar hadir dan berbicara didepan mata)

“Wahai sekalian manusia, demi Allah, bukan kefakiran yang aku takutkan atas kalian akan tetapi yang aku khawatirkan adalah kalian berlomba-lomba menggapai kehidupan dunia. Sebagaimana yang dilakukan orang-orang sebelum kalian kemudian kalian akan binasa sebagai mana mereka dibinasakan.”

“Wahai sekalian manusia sesungguhnya seorang hamba telah diberi pilihan oleh Alloh antara dunia dan pertemuan dengan-Nya, maka ia memilih pertemuan dengan-Nya. Para sahabat terdiam, tak mampu memahami kalimat terakhir yang disampaikan kepada mereka, menunggu Rosul melanjutkan untuk menjelaskannya. Hanya as-siddiq yang mampu memahami, diiring serta tangisan yang makin meninggi. Nabi berucap” Biarkanlah Abu-Bakr, demi Allah, tidaklah salah seorang diantara kalian yang memiliki tangan (pinjaman), kecuali telah kami cukupi. Kecuali Abu Bakar, aku, tidak mampu memberi balasan kepadanya. Maka aku serahkan balasannya kepada Alloh SWT. Setelah Rosululloh mendoakan para sahabat, beliau kembali kerumahnya. Dan terus mengulang-ulang kalimat “Bal rofiqul a’laa”. Hingga akhirnya beliau wafat di pangkuan ummul mu’minin. Setelah mendengar kabar itu, para sahabat berduka dengan kedukaan yang mendalam,

bagian satu dari kisah yang panjang

Posted in kisah cinta with tags , , , on February 18, 2008 by jakabadung1924

tanggal 14 februari 2008…
Tau kan hari apa tanggal segituh!
Ya, bener tanggal itu pas lagi hari kamis
Saya mau ceritain, ada hal yang aga lucu sekalian ngenes ketika saya iseng2 ngadain survei kecil-kecilan. Saya pengen tau aja apa sahabat-sahabat saya yang konon deket dengan dunia nasehat menasehati tau tentang orang yang paling baik nasehatnya dan wazir-wazirnya.
Kayanya mendingan saya ceritain dulu kenapa dikepala saya ada ide buat iseng. Hari sebelumnya saya diminta bantuin ngisi acara valentinan di salah satu smp di jakarta. Sepanjang jalan saya mikirin kisah-kisah yang sekiranya bisa menarik perhatian pendengar yang konon masih pada ABG, apa ya bagusnya?…..
Akhirnya saya putusin untuk nyerritain kisah cinta…suit-suit…, kisah cinta yang bisa ngalahin kisahnya romeo&juliet, laila&majenun, samson&delila, surti&tejo, atou bahkan kisah cinta di buku ayat ayat cinta sekalipun. penasaran juga kan…hehe…

tungguin ajah besok-besok saya dateng lagih buat ngelanjutin.
INGET!!! orang sabar di sayang Alloh…

mengajarkan kebaikan (1)

Posted in nasehat on February 14, 2008 by Ayuning Mazasupa

Rasulullah SAW:
“whai Abu Dzar, perkokohlah bahteramu,
karena samudera itu dalam.
perbanyaklah bekalmu karena perjalanan itu panjang.
ikhlaskanlah amalmu,
karena pengintaimu itu sangat jeli”.

Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk membiasakan diri bersusah-susah agar kelak tidak kaget menghadapi kesulitan, yang bisa datang sewaktu-waktu.”
berkeras-keraslah, karena nikmat & karunia itu tidak kekal.

simponi padang panjang

Posted in bakar! with tags , , on January 28, 2008 by Ayuning Mazasupa

seluruh ragaku bertumpu di atas tanah merah
menatap gedung-gedung tinggi yang pongah menantang langit

hembusan debu menerpa setiap pori yang menganga
rerumputan mengering memuramkan hutan-hutan

pemikiran-pemikiran yang dulu kokoh
kini terkulai dan hampir mati

bangunkanlah jasadku
cairkanlah darahku yang beku
bakarlah hatiku dengan kata-katamu!!