HIJRAH Asas Pembentukan Masyarakat Baru

Posted in Uncategorized with tags , , , on December 26, 2009 by jakabadung1924

Sejarah HIjrah
Juma’at pagi 16 Robiul Awal tahun ke-13 Bi’tsah, ada yang berbeda di tanah Yastrib. Sebagaiman yang biasa mereka lakukan beberapa hari belakangan, semenjak mendengar keberangkatan Rosulullah saw dari makkah, banyak kaum Anshar yang berkerumun dan berdiri berjajar-jajar di pinggiran kota menunggu-nunggu kedatangan Beliau saw. Pada tengah hari disaat udara sedang panas-panasnya, ketika mereka sudah hampir putus harapan menantikan kedatangan beliau dan banyak pula yang mulai hendak pulang ke rumah masing-masing; seorang Yahudi yang sedang naik ke atap rumahnya untuk satu keperluan tiba-tiba melihat bayangan Rosulullah saw bersama sahabatnya di tengah alunan fatamorgana. Makin lama makin dekat menuju ke arah kota Madinah, tanah air Islam yang baru. Ia berteriak dengan suara yang amat keras: “Hai bani Qailah…itulah dia sahabat kalian telah tiba…itulah dia datuk kalian yang kalian tunggu-tunggu kedatangannya!” (fiqhus sirah, Muhammad al-ghazali: 294). Hari itu adalah hari pertama Rosulullah saw memijakkan kaki beliau di tanah itu. Keramaian suara takbir dan lantunan shalawat menggempita menyambut kedatangan Beliau saw. Sebuah sejarah panjang perjalanan yang melegenda, HIJRAH. Benar sobat, betapa luar biasa sejarah hijrah Rosulullah saw dan sahabat muhajirin. Bayangkan, perjalanan melintasi gurun yang melelahkan raksasa-raksa kafilah dagang Makkah ditempuh orang-orang yang terancam, tertekan, dan kelaparan. Untuk apa sobat?! Untuk menjemput riedha Alloh saja! Meninggalkan harta, keluarga, dan cinta… (He he agak lebay getoh…) tapi serius lho, kisah ini nyata tanpa keraguan dan rekayasa. Tujuh belas tahun kemudian, khalifah Umar bin Khattab (seventeen-an. He he, gak… ding) sang inspirator ummat Muhammad saw mengukir perjalanan sejarah hijrah menjadi titik tolak (intilaq) penanggalan ummat Islam. Dan sampai saat ini terus digunakan sebagai awal tahun penanggalan ummat Islam, 1 Muharram. Tidak terasa, sudah 1431 H lagi, ya?!…kalo jawaban kamu iya, berarti emang kamu termasuk yang ga perhatian dengan Islam .
Oke kita lanjut, apa sih sebenarnya makna hijrah ato hijriah? Para fuqaha mendefinisikan hijrah sebagai: keluar dari Darul Kufur menujun Darul Islam. Ops, kamu pasti nanya apa sih Darul Kufur, apa sih Darul Islam? Menurut pandangan mba husna dan mba bintun… KCB bgt ya?! he he. Tenang, oye bakal kasih tau kamu secara ringkas dan jelas. Oye juga mau menjawab makna Darul Islam dan Darul Kufur dengan puisi seperti mba husna. He he he
Dalam kitab Syakhsiyah (apa pula ini? telen dulu aja ya sob, tar juga tau) karya Syaikh Taqy disebutkan bahwa Darul Islam adalah suatu wilayah (negara) yang menerapkan syari’ah Islam secara total dalam segala aspek kehidupan dan keamanannya secara penuh ditangani kaum muslimin. Trus apa Darul kufur? Darul Kufur ya yang selain itu lha, gitu aja koq rephot! Hi hi hi. Ibnu Rajab al-Hanbali secara khusus membahas definisi hijrah dalan fath al-bari, beliau menulis sebagaimana berikut, eh gak ding, soalnya beliau ga bisa bahasa Indonesia. Maksudnya, terjemahannya gini nih: Asal dari hijrah adalah meninggalkan dan menjauhi keburukan untuk mencari, mencintai dan mendapatkan kebaikan. Hijrah dalam as-sunnah secara mutlak dimaknai: meninggalkan negeri syirik (kufur) menuju Dar al-Islam karena ingin mempeljari dan mengamalkan Islam. Jadi, hijrah adalah meninggalkan apa saja yang dilarang Alloh SWT, termasuk meninggalkan negeri syirik (kufur) menuju Dar al-Islam. Nah, sekarang udah tau khan?!
Para perintis hijrah
Hijrah bukanlah perpindahan tempat tugas seorang pegawai dari satu tempat ke tempat lain yang lebih jauh dan bukan pula perpindahan seorang pencari nafkah dari daerah Gersang ke daerah subur… hijrah yang dilakukan adalah hijrahnya orang-orang yang telah hidup turun-temurun di kampung halaman sendiri dengan aman dan tentram, tetapi demi keyakinan aqidah agamanya, merka meninggalkan segala yang dimilikinya dan ikhlas mengorbankan semua kepentingan dan harta bendanya. Mereka sadar, di tengah jalan mereka mungkin dirampok, ditodong, bahkan mungkin pula akan direnggut nyawanya. Sementara itu, masa depan yang mereka impikanpun belum dapat dibayangkan dengan jelas. Hanya keyakinan, benar sobat, hanya keyakinan ang mantaf yang bisa membuat mereka demikian. Sekiranya hijrah itu boleh disebut “petualangan” tentu orang akan mengatakan: sungguh suatu petualangan yang nekad! Betapa tidak, mereka berangkat menempuh perjalan jauh membelah gurun sahara membawa anak dan istri dengan perasaan rela dan hati gembira! (So hard to think… isn’t it?). Ada sebuah kisah, Suhaib, yang menggamparkan kondisi tersbut. Ketka Suhaib hendak berangkat hijrah ke Madinah, orang-orang Qurais berkata kepadanya (dalam bahasa arab tentunya. He he): “Ketika baru datang ditengah-tengah kami engkau adalah seorang gelandangan yang hina dina dan mearat. Kemudian di tengah-tengah kami engkau menjadi seorang yang berharta dan dapat mencapai apa yang kau inginkan. Apakah sekarang engkau akan pergi membawa harta kekayaan mu?! Tidak, itu tidak boleh terjadi!” Suhaib menjawab: “Apakah kalau semua harta kekayaan ku kuserahkan kepada kalian, kalian akan membiarkan aku pergi?” Mereka menyahut: “Ya, tentu saja!” “Kalau begitu, sekarang juga seluruh harta kekayaanku kuserahkan kepada kalian…” Rosulullah saw menanggapi kisah Suhaib ini dengan ucapan: “Suhaib mendapatkan laba (keuntungan). (lihat di “Sirah” Ibnu Hisyam I/289). Demikianlah cara kaum muhajirin meninggalkan Makkah, ada rombongan dan ada perorangan, hingga Makkah hampir kosong dari orang-orang yang beriman.
Hijrah dan Asas Pembangunan Masyarakat Baru
Ummat Isalam bukanlah sebulongan ummat yang perhatiannya hanya tertuju pada bagaimana dapat hidup. Jauh dari itu, mereka adalah orang-orang yang memeiliki aqidah, yang memiliki dasar kehidupan dan memiliki cita-cita tertinggi yakni riedha Alloh SWT. Sejak Rosulullah saw menetap di Madinah perhatian beliau tercurah pada peletakan dasar-dasar yang sangat diperlukan untuk menegakkan tugas risalahna yaitu:
1. Memperkokoh hubungan ummat Islam dengan Tuhan-nya.
2. Memperkokoh hubungan intern ummat Islam, yaitu antara sesama kaum muslimin.
3. Mengatur hubungan antara ummat Islam dengan orang-orang asing yang tidak seagama dengan kaum muslimin.
Pembangunan mesjid nabawi, mesjid quba, mempersaudarakan muhajirin dan Anshar, mendamaikan Aus dan Khajraj dan lain sebagainya adalah manifesto politik dan sosial yang dilakukan Rosulullah SAW. Dalam kurun waktu 10 tahun Rosulullah membangun pondasi masyarakat Islam di Madinah hingga saat akhir hayat Beliau saw. Para sahabat melanjutkan kehidupan Islam dengan payung Daulah Islam, KHILAFAH, yang menerapkan system Islam secara komperhensif dalam segala aspek kehidupan. Hal itu terus berlanjut selama 14 abad hingga Islam menaungi 1/3 dunia dengan satu pemerintahan yang satu. 1924 M Daulah Islam ini di runtuhkan dengan konspirasi yang jahat rekayasa inggris dan kwanannya. Dan kaum muslimin tak lagi satu, namun terpecah-pecah dan lemah.
Tidak rindukah kaum muslimin dengan kebersamaan dalam satu pandangan dan satu perintah?! Come on bro! tidak rindukan dengan Islam rahmatan lil alamin?! Sudah saatnya sistem yang menyengsarakan ini kita tinggalkan, sudah saatnya kita buang sistem ke tempat sampah, jadikan sistem yang ada sekarang sebagai sampah peradaban yang menjadi pengalaman buruk yang tak perlu diingat.
Bring back islam! Bring Back the state! No more wait, I said NO MORE WAIT!
“Apakah hukum jahilliah yang kalian kehendaki? Siapakah yang lebih baik hukimnya daripada hukum Alloh bagi orang-orang yang yakin?” (QS al-Maidah [5]: 50)
Wallohu ‘alam bisshowab.

Semua Karena Cinta

Posted in kisah cinta on September 15, 2008 by geriocan

Hari ini hidup telah mengajariku cinta, sesuatu yang banyak dicari,
namun sedikit sekali yang menemukannya. Ah, rasanya aku jadi terlalu melankoli
untuk ukuran seorang lelaki. Untung saja diantara kalian tak ada yang tahu
siapa aku. Jadi, lepas saja kuekspresikan diri.

Sungguh, betapa bahagia orang yang dalam jiwanya tertanam cinta.
Bersama cintanya ia bisa tegak berdiri menatap mentari, dengan cintanya ia
dapat menyinari jiwa-jiwa yang tak tersentuh cahaya, karena cintanya ia tak
lagi pesimis menjalani kehidupan skeptis, dan karena cintanya pula ia memiliki
alasan untuk hidup. Iri aku. Ingin juga kutumpahkan gejolak cinta ini. Tapi
pada siapa. Kamu? Kamu? Atau dia? Ah, rasanya tak ada yang pantas untuk
kucintai. Sudah terlalu banyak kutelan kecewa. Nuraniku berontak bila
menyandarkan cinta pada yang rapuh. Jika kupaksakan, tentu nuraniku lagi-lagi
terkoyak. Aku tak mau. Lalu, harus kulabuhkan pada siapa cinta ini? Aku
bingung.

Haruskah ku menggadaikan cinta ini untuk kesenangan dan menghambakan
jiwa pada harta. Jika begitu, apa
bedanya aku dengan seorang atheis yang diperbudak materialistis? Aku kan orang yang bertuhan.
Oya, mungkin seharusnya kuserahkan saja pada manusia. Toh, mereka ada di
sekitarku dan membantuku, walau hanya pada saat tertentu. Tapi, bukankah mereka
mahluk kecil yang sama sepertiku? Ah, tak sepantasnya mereka menerima cintaku
yang besar ini. Suatu saat, mereka mungkin menghianati cintaku. Aku butuh untuk
selalu dicintai, aku ingin ada yang melindungi setiap saat, aku rindu akan itu
semua.

Ah, aku tak terlalu yakin.

Bermil-mil sudah kutapaki, melewati jalan penuh onak dan duri untuk
mencari cinta sejati. Sudah tak kupedulikan lagi berapa waktu berlalu. Berbagai
cobaan pun telah kulewati. Namun, dimanakah kau cinta? Aku disini mencarimu,
mendambamu. Apakah kau mendengar? Apakah kau merasa? Sepertinya Cintaku sedang
menggodaku, aku tahu itu. Ah, tak ada guna ku berburuk sangka. Kulanjutkan saja
langkah gontaiku, walau terbata-bata terus kucoba susuri lorong kehidupan.
Sedikit demi sedikit terkuaklah wajah kehidupan, bahwa kini berjuta jiwa hidup
dalam kematian karena mencinta pada yang rapuh, bahwa kini berjuta manusia
salah mengambil langkah dengan menghamba pada selain-Nya. Miris sekali.
Beruntunglah aku! Tidak sampai terjerembab ke kubangan lumpur kesesatan. Terima
kasih Duhai Cintaku, karena Engkau telah
mengirimkan juru selamat yang menunjukkannku kebenaran. Maka, sudah
sepantasnyalah aku memberikan jiwa dan cinta ini hanya untuk-Nya.

Lewat tulisan ini, akan kutulis ungkapan hati untuk Cintaku:

Jika bintang tak lagi berpendar, tentu sudah lama cinta tak bercahaya.
Jika bumi sudah berhenti berotasi, kan
kubawa kemana cinta ini. Ah, mengapa harus kubela cinta? Tak ada yang tahu
selain egoku, kadang logika tak lagi jadi ukuran. Hati yang bermain disini.
Walau keyakinan ini begitu memberatkan, aku senang bisa sejauh ini membela
Cintaku. Apalagi jika kelak aku mati ketika memperjuangkan-Mu, Duhai Cintaku,
Sang Maha Pemberi Cinta. Tentunya aku akan bangga dan bahagia, karena mendapat
akhir termulia para pecinta sejati. Ya Allah…, Duhai Cintaku, jangan biarkan
hati ini berpaling dari-Mu walau sedetik, tetapkanlah aku untuk selalu berada
di jalan-Mu dan kembalikanlah kemuliaan Umat Islam agar kembali menjadi Umat
Terbaik di bumi fana ini. Aku percaya janji-Mu akan terwujud. Maka,
perkenankanlah diri ini agar bisa merasakan kemenangan dengan tegaknya kembali
Daulah Khilafah Islamiyah.

reality show

Posted in Uncategorized on September 15, 2008 by jakabadung1924

Coba, coba. Perhatiin, berita 23 maret 2008 di seputar Indonesia. Di jambi, ada 14 orang keracunan minuman keras 11 orang mampuz n’ 3 sisanya masi dikasi kesempatan tobad. Berita yang saya pikir satu hal yang lucu dan memalukan. Polisi mengindikasikan mereka keracunan minuman keras produk lokal. Mau tau mereknya? Ah Tanya ajah ma yang dah jadi korban! He he he

Belakangan ini adalagi kasus yang sama. Dasar manusia, diberi akal sudah! Tapi ga pernah mau belajar. Apa kata dunia!?

Pas saya liat beritanya, saya ketawa dan spontan bilang kata-kata yang sempet dipopulerkan ma anak-anak extravaganza, baguuus! TRAGIS!! Inilah fakta, inilah keniscayaan yang akan terjadi seandainya pemerintah membiarkan rakyatnya dalam kemaksiatan. Inilah salah satu hikmah ketika islam membuat larangan. Muncunya berbagai penyakit menular sexual, penyakit-penyakit baru yang belum ada obatnya atau kembalinya penyakit lama seperti polio, busung lapar, diare, de el el. Semua itu merupakan hal dengan penyebab yang sama. Yaitu tidak ditunaikannya amanah penentu kebijakan. Oya, ceritanya saya mau nyeritain “reality show” bukan mamaia show apalagi superdut dat dit dut. Potongan kisah dari fakta kehidupan yang ada saat ini. Ada orang “kreatif” yang luar biasa saking kreatifnya, saya lebih suka kalo bilang dia termasuk kategori orang yang BENGA! Sorang pimpinan di xxx di negeri xxx, bapak yang satu ini bilang “Daeng basse dan anaknya meninggal bukan karena kelaparan, tapi karena diare.” kreatif, kan?! Yang jadi pertanyaan saya, trus kok bisa kena diare? Pertanyaan retoris yang sebetulnya saya gaperlu jawaban karena saya udah tau jawabannya. Waktu saya liat tayangan berita ini, sekitar tanggal 20 februari lalu. Saya ngeliat sepiring nasi yang kesorot kamera (mungkin juga disengaja, ding!) udah agak basah berlendir. Tetangganya yang juga penampilannya “invalid” maaf bukan maksud saya menghinakan, tapi kondisinya memang sama, memprihatinkan! Ibu itu bilang kalo keluarga daeng basse memakan nasi yang udah beberapa kali dimasak (recycle) kren ya! di negeri yang pernah dapat predikat swasembada beras ini, nasinya didaur ulang. Kalo boleh saya ngutip perkataan om-om seputar indonesa pagi ”Buka mata, ini nyata, hanya di endonesa” he he he. Inilah fakta yang kita hadapi!

Sekarang kita coba liat kish khalifah Umar bin Khattab. “Suatu malam ketika beliau melakukan sidak (misi ah, barudak) eh maaf inspeksi mendadak, maksud saya. Inget bukan infeksi ya! Hmmm. Beliau mendengar tangisan dari seorang anak kecil, kemudian beliau menghampirinya, dan berkata pada si Ibu, “Tidurkanlah anakmu.” Sesaat kemudian beliau mendengar lagi tangisan itu, dan berkata lagi, “Tidurkanlah anakmu.” Kemudian untuk ketiga kalinya beliau mendengar tangisan itu lagi, dan beliaupun berkata lagi ”Tidurkanlah anakmu. Sesungguhnya engkau adalah seorang Ibu yang buruk, tidurkanlah anakmu.” Ibu tersebut lantas membalas perkataan itu, “Tinggalkanlah aku, sesungguhnya umar hanya memberi nafkahbelanja bagi anak-anak yang telah disapih, aku ingin menyapih anakku.”

Mendengar perkataan itu lantas khalifah Umar menangis lalu pergi menuju mesjid. Ketika itu waktu shalat subuh telah tiba dan umar telah berada di mesjid. Orang-orang yang berada di mesjid berkata, “Demi Alloh, kami tidak faham apa yang ia baca lantaran banyaknya ia menangis.” Ketika Umar usai membaca, orang tersebut berkata, “wahai Umar, celakalah engkau pada hari kiamat kelak, Berapa banyak anak-anak kaum muslimin yang telah engkau bunuh? Umar lalu menjawab, “Wahai sekalian manusia! Demi Alloh, mulai saat ini janganlah kalian terburu-buru menyapih anak-anak kalian. Sesungguhnya aku akan memberi belanja bagi setiap anak yang dilahirkan, hingga aku tidak ditanya dihadapan Robbku pada hari kiamat kelak!” lantas dimanakan Umar zaman ini, yang mau bertanggung jawab atas amanah kepemimpinannya, dimanakah mereka?! Dan sampai kapan semua ini akan terus terjadi?! Sampai kapan?! [jakabadung : disaat harapa itu begitu tinggi]

The Virus

Posted in bakar! with tags , , on September 12, 2008 by jakabadung1924

Sepertinya layak untuk ditulis ulang.

Tahukah kalan, banyak orang diluar sana yang mengangap kalian sinting+gila+miring?! Tahukah kalo banyak orang diluar sana yang beranggapan bahwa kalian adalah virus2 yang berbahaya, pembawa wabah yang mesti dihindari?! “Kalo ga mau diracuni pikirannya, kalo ga mau ancur, jauhi si xxx, si xxx, juga xxx dan…!!!”, begitu kata mereka. Konyol… Aku sempat mempercayai hal itu, That’s TRUE!!! Kalian tidak tampak seperti ‘orang alim’ plus smart versi kampus on my 1st sight. Prkonstruksi, rvolusi, anti demokrasi, anti nasionalisme, anti HKI, plus ide2 gila yang lain yang memang anti mainstreem kerap kalian ocehkan. Woiii Bung, apa kalian ga bosan?! Urusin tuh kuliah kalian! Tau nggak? kalian itu bikin orang2 jadi keki+parno! Dasar Virus…

Tapi entah sihir apa yang kalian gunakan, aku malah jadi makin terpikat oleh “kegilaan” kalian. Terusterang aku juga sudah muak dengan stagnasi sistem ini, penindasan, ketidakadilan, kesenjangan… Aku jadi muak dengan diriku yang hanya bisa diam dan buntu melihat semua itu. Aku hidup dalam kematian pemikiran dan keterbelengguan sikap. Lalu kalian datang dengan ide2 asing namun sungguh tak dapat kutolak atau kulawan, karena…karena…harus kuakui itu adalah BENAR adanya, GILA namun itu adalah kebenaran. I’m INFECTED guys… Aku telah terikat pada ide2 kalian, ide yang keren banget tuh… ISLAM IDEOLOGIS kata kalian. Sepertinya fitrahku sebagai makhluk yang ditakdirkan serba terbatas ini telah menuntunku. Dan sepertinya DIA yang takterbatas memang telah mengatur pertemuan ini…

 

Sekarang akupun jadi “gila” layaknya kalian. Bangga? Ya! Akan ku katakana pada semua bahwa aku bangga dengan kegilaan ini. Menjadi “gila” di antara mereka yang menganggap sistem ini adalah sebuah kewarasan. Jika demokrasi adalah sebuah kewarasan, maka biarlah aku menjadi ‘gila’ teriakkan NO COMPROMISE! Di luar gedung parlemen. Jika nasionalisme yang memenjarakan kita dalam scope kebangsaan/ras/teritorial dijadikan ikatan, maka akan aku teriakkan bahwa aku telah ‘gila’ berada di antara barisan orang-orang yang telah sejak lama merindukan bersatu dalam satu atap yang bernama khilafah islamiyah. Dan jika saja mereka yang masih waras menganggap aturan-Nya adalah sebuah kegilaan, maka akan ku katakan “simpan saja aturan kalian CUT IT OUT!!!” karena sekali lagi aku memilih gila karena itu adalah pilihan terbaik dalam menghadapi apa yang kalian sebut sebagai “kewarasan dunia” saat ini.

 

Dan Bro’s, tau nggak kalo kita ternyata nggak sendirian?! Banyak orang di luar sana yang ternyata telah memilih untuk menjalani ‘kegilaan’ layaknya kita2. memilih untuk menjadi ‘virus’, pemberontak pembangkang nilai2 ‘kewarasan’ sistem kufur ini, our family member bro’s! Cos kita dan mereka adalah kaum pemimpi yang memimpikan tatanan baru yang lebih baik, mimpi tentang revolusi dan rekonstruksi sistem. Dan tak akan berhenti sampai di sini. Kita dan mereka akan tetap menjadi ‘virus’, yang tak akan berhenti menginfeksi ‘sel2 hidup’ lain untuk hasilkan ‘virus2 aktif’ baru, to joint our ideological brotherhood. Bersama kita akan ‘bermutasi‘ untuk tetap survive dan resisten melawan arus pemikiran serta propaganda kufur dunia. Tetap berevolusi untuk tegakkan ideologi ISLAM yang mulia lagi memuliakan ini. Agar bumi ini kembali menjadi tempat persemaian syariat-Nya yang indah dan kita semua dapat bersatu dengan ikatan ideologis, satu2nya ikatan yang dapat mempersatukan ummat ini secara hakiki, ikatan yang bahkan tak dapat terputuskan oleh kematian sekalipun, karena bukankah aku, kalian, dan mereka sama2 merindukan surga-Nya? Semoga kita dapat berkumpul bersama di dalamnya… Amin yaa Robbal alamin.

 

Untuk mereka yang telah menginfeksi dan mengajarkan aku hidup sebagai VIRUS, my bro’s : acha, Noel, Edlan, Khalid, Idhoe, dan Basio.

Untuk VIRUS2 aktif lain yang masih senantiasa hidup uk infeksikan pemikiran ideology islam…

 

By : The V.I.R.U.S // Voice of Ideological Rage for Upcomig System SELAMAT TERINFEKSI

di kota ini

Posted in bakar! on September 5, 2008 by ahmad nadhif

di kota ini
mulai kami kumpulkan titik dan garis-garis terserak
dan menatanya di atas kanvas
untuk mencipta sketsa melodi terindah
sebuah mars perlawanan
dari ketukan yang kelak akan menjelma dentuman
berkali-kali!
hingga mayat demokrasi
ditemukan di pinggir jalan
sebagai sampah peradaban.

Po, 030308

Posted in nasyrah with tags , , on September 1, 2008 by jakabadung1924

PERNYATAAN SIKAP TERHADAP

“SKB AHMADIYAH”

Setelah ditunggu sekian lama, akhirnya pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung tentang Ahmadiyah. SKB yang dikeluarkan pada tanggal 9 Juni 2008 itu intinya berisi peringatan dan perintah kepada penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Agama Islam yaitu penyebaran faham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW. Dan bila melanggar akan dikenai sanksi sesuai ketentuan, termasuk organisasi dan badan hukumnya. SKB juga memberikan peringatan dan perintah kepada warga masyarakat secara umum untuk menjaga kerukunan, ketentraman dan ketertiban serta tidak melakukan perbuatan melawan hukum terhadap Ahmadiyah. Tidak lupa SKB juga memerintahkan kepada aparat dan pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah pembinaan dalam rangka pengamanan dan pengawasan SKB tersebut.

 

Berkenaan dengan terbitnya SKB tentang Ahmadiyah, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

1.    Terbitnya SKB tersebut sebagai langkah maju dalam penyelesaian soal Ahmadiyah setelah sekian lama pemerintah tidak mengambil sikap. Terbitnya SKB tersebut sekaligus juga menunjukkan bahwa JAI memang telah menyimpang dari Islam.

2.    Akan tetapi, SKB itu belumlah menyentuh penyelesaian mendasar dari substansi persoalan, dimana inti persoalan dari Ahmadiyah adalah pada fakta bahwa Ahmadiyah meyakini Mirza Ghulam Ahmad sebagai seorang nabi setelah Nabi Muhammad dan kitab Tadzkirah sebagai kitab wahyu suci (wahyun muqaddas).  Penyelesaian mendasar dari substansi persoalan tersebut tidak lain hanyalah ada dua alternatif. Pertama, meminta Ahmadiyah untuk ruju’ ilal haq atau kembali kepada jalan Islam yang benar dengan cara meninggalkan semua keyakinan, kepercayaan dan pemahaman serta kegiatan yang menyimpang tersebut. Atau Kedua,  menyatakan diri atau dinyatakan sebagai agama selain Islam bila Ahmadiyah bersikeras tidak mau meninggalkan semua perkara yang menyimpang itu.

3.    Kesempatan untuk melakukan penyelesaian mendasar tadi sesungguhnya sudah diberikan kepada Ahmadiyah ketika pemerintah memberikan waktu 3 bulan untuk mewujudkan secara nyata 12 komitmen yang dinyatakan oleh pimpinan Ahmadiyah di hadapan Tim Pakem pada tanggal 15 Januari 2008 lalu. Tapi dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh Tim Pakem selama 3 bulan tersebut, Ahmadiyah tetap kokoh berpegang pada semua perkara yang menyimpang tadi. Oleh karena itu, berdasar fakta di atas, Ahmadiyah telah secara nyata dan sengaja terus melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang telah menegaskan la nabiyya ba’dii (tidak ada nabi setelah ku) dengan menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah nabi Muhammad. Juga telah secara nyata dan sengaja melakukan pengacak-acakan terhadap al Qur’an sebagaimana bisa dibaca dalam kitab Tadzkirah yang dianggap sebagai wahyu suci Ahmadiyah.

4.    Penghinaan terhadap Nabi dan pengacak-acakan al Qur’an secara nyata dan sengaja tersebut jelas merupakan tindak kemungkaran yang sangat besar, yang membuat siapa saja yang melakukan menjadi murtad/kafir dan wajib dihukum. Oleh karena hal itu dilakukan oleh Ahmadiyah, maka Ahmadiyah wajib DIBUBARKAN karena hanya dengan cara itu, kemungkaran yang amat besar tersebut bisa dihentikan.

Coba Tanya!

Posted in nasehat with tags , on June 30, 2008 by jakabadung1924

Kadang ingin bertanya, bang apakah ini jalan menuju langit?

pertanyaan sederhana tapi penuh dengan teka-teki yang tak mudah untuk dijawab. banyak orang yakin akan satu jalan yang ia temukan, lantas ia berkoar “jalan lain adalah jalan yang salah!” padahal ia tak pernah beranjak dari jalan yang ia temukan.

coba tanya!